0

Hidup itu pilihan

Posted by Yeni Sugian on 08.41


Menjalani hidup yang penuh godaan dan kerikil tajam menanti, tidaklah begitu mudah untuk dilewati. Hidup yang kemaren penuh dengan kesusahan, tiba-tiba hari ini merasakan suka cita yang luar binasa upsss biasa maksud gue, dan entah yang tau apa yang akan terjadi esok.

Hidup emang pilihan kita, dan pilihan untuk hidup. Penah berpikir kita kelak akan menjadi apa, maka kita sudah membuat pilihan akan hidup kita. Walaupun tidak semua pilihan yang kita buat selalu berjalan mulus seperti yang kita harapkan, mengingat hidup ini terlalu berat untuk dijalani dan kita membutuhkan Tuhan dalam setiap perencanaan dan orang lain untuk bisa kita andalkan.

Pilihan hidup untuk menjadi lebih baik adalah impian setiap orang, namun bagaimana jika pada kenyataannya kita hanya seperti orang yang hanya mampu berjalan di tempat, seperti ada kata yang bilang " talk only no action ", contohnya gue pribadi : " gue udah punya pilihan setelah angkat kaki dari bangku kuliah gue akan kerja di perusahaan ini. Dan untuk masuk perusahaan ini gue perlu kemampuan komputer yang bisa di akui ( baca : dan parahnya lagi gue nggak tau sampe sekarang sertifikat komputer gue dimana ). Untuk itu gue perlu menambah ilmu gue lagi mengambil kursus lagi, terus kemampuan bahasa inggris gue yang masih setengah-setengah ( cape deh !!! ) harus kembali mengikuti kursus bahasa linggis salah maksud gue inggris dan ikut tes tofel.

Semuanya ingin gue lakuin, itu pilihan gue. Tapi apa daya kesibukan-kesibukan yang lain membuat gue memilih untuk memendam sementara keinginan gue, yah mungkin akan terealisasi tahun besok, emang bisa dikatakan telat. Tapi mau belajar nggak akan memandang umur ( baca : menghibur diri ). lebih tepatnya menunggu untuk sampe tahun besok yang sebentar lagi membuat gue serasa berjalan di tempat. Berjalan lambat apalagi dengan kata menunggu.

Dan itu semua gue sebut proses, untuk masuk ke perusahaan yang gue inginkan gue harus punya modal yang bisa gue andalin. Gue enggak mau hanya karena gue kenal orang disana, gue punya teman yang kerja disana, terus banyak yang rekomendasiin gue disana namun skill gue enggak punya. Gue enggak mau yang seperti itu, bukan gue sombong, sekali lagi gue suka proses yang emang bisa nunjukin oh ini loh gue, gue bisa lewatin semuanya. Bukan dengan sesuatu yang instan begitu saja.

Yah itulah pilihan gue kedepan dan mudahan semuanya dapat berjalan dengan lancar, dan pra skripsi yang masih dalam proses semoga semuanya dapat berjalan dengan lancar-lancar saja. Dan sekarang gimana dengan pilihan loe??? Pilihan loe kedepan.

Misalnya gue kasih contoh artis " Norman Kamaru " nah berhubung hari ini gue lagi mood aja ngomongin artis satu ini. Sedikit curahan hati gue yang paling dalam, ketika awal kemunculannya di televisi gue sedikit gimana gitu yah dengan sosok yag satu ini, Jangan pernah loe pikir gue akan kagum dengan melihat tampangnya, Mungkin nilai plus dia bagi gue hanya bermodalkan suara bagus dan bisa bermain musik saja. Hanya yang buat gue kesel kalo di tv-tv tuh awal-awal dia lagi tenar semua channel televisi tuh nayangin dia mulu. Dalam hati gue pengen teriak terus bilang gni " ah ngapaen sih nayangin itu mulu, artis bukan juga... P " sambil pasang muka sinis.


Dan beberapa hari yang lalu muncul lagi sosok ini yang bilang dia udah meninggalkan pekerjaan lamanya yaitu sebagai polisi. Media massa banyak bilang mungkin dia silau uang makanya memutuskan untuk cabut dari pekerjaan lamanya. Tapi dari pihak norman sendiri bilang " kalau keluarnyasi norman dari sono bukan karena uang ".

Yah entahlah itu, itulah keputusan. Itulah pilihan hidup seorang " Norman Kamaru ", kalau gue pikir pilihan dia sah-sah saja. Memutuskan untuk menjadi seorang public figur tidak selamanya salah, namun memilih untuk menjadi seorang polisi juga pilihan yang mungkin tepat. Mungkin dari sudut pandang dia kalau menjadi public figur adalah pekerjaan yang menyenangkan dan banyak tantangan so why not jalani saja. Hanya saja setiap pilihan ada resiko, tentunya kita sudah mempersiapkan dari awal kita mengambil pilihan apa saja yang harus kita antisipasi nanti. Ibarat sebelum berperang kita perlu senjata, hanya jangan sampai senjata itu akan memakan kita sendiri.

^^

|

0 Comments

Posting Komentar

Copyright © 2009 Yeni's Official Blog All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.